Manusia & Agama
Posted by Audra Muhammad on Saturday, June 15, 2013
Dalam masyarakat modern yaitu masyarakat yang telah maju, masyarakat yang telah memahami peristiwa-peristiwa alam & dirinya melalui ilmu pengetahuan, ketergantungan kepada kekuatan yang dianggap menguasai alam gaib dalam masyarakat sederhana, menjadi berkurang bahkan di beberapa bagian dunia menjadi hilang. Perkembangan pemikiran manusia terhadap diri & alam sekitarnya menjadi berubah, kemudian timbullah berbagai teori tentang hubungan ini. Salah satu teori yang banyak mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan sosial adalah teori AUGUST COMTE yang terdapat dalam bukunya yang masyhur: Course de la Philosophie Positive (1842). August Comte menyebut tiga tahap perkembangan pemikiran manusia de lois des trois etat (tiga hukum perkembangan). Menurutnya pemikiran manusia berkembang melalui tiga tahap, yaitu (a) tahap teologik, (b) tahap metafisik, (c) tahap positif. Kerangka berpikir ini melahirkan filsafat positivisme di abad XIX, yang seperti telah disebutkan diatas, mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial & humaniora (ilmu pengetahuan yang bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam pengertian membuat manusia lebih berbudaya dengan teologi, filsafat, hukum, sejarah, bahasa, kesusastraan & kesenian) di seluruh dunia, terutama social sciences. Menurut Comte, yang gaung pemikirannya sangat bergema dalam ilmu-ilmu sosial, khususnya sosiologi, perkembangan pemikiran manusia selalu berangkat dari tahap yang paling rendah ke tahap yang paling tinggi atau kompleks. Namun, perlu segera dikemukakan bahwa teori August Comte itu tidak benar, sebab perkembangan pemikiran manusia tidaklah demikian. Dalam tahap ketiga, di periode positif di zaman (modern) sekarang ini, manusia masih tetap percaya pada Tuhan dan Metafisika, bahkan di Eropa dan Amerika cenderung kembali pada Tuhan atau ajaran Agama (yang disebut spiritualisme) di penghujung abad XX dan dalam abad XXI sekarang ini. Sekularisme yang berasal dari Inggris, menyebrang ke Eropa dan Amerika serta menjalar ke seluruh dunia, menopang teori August Comte tersebut.
Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa agama, sangat perlu bagi manusia terutama bagi orang yang berilmu, apapun disiplin ilmunya. Sebabnya, karena dengan agama ilmunya akan lebih bermakna. Bagi kita umat islam, agama yang dimaksud adalah agama yang kita peluk yaitu agama ISLAM.
Kenapa ISLAM?
Sebabnya, karena agama ISLAM adalah agama akhir yang tetap mutakhir, agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat kauniyah (sunatullah) yang terbentang di alam semesta dan memahami ayat-ayat Qur'aniyah yang terdapat di dalam AL-QUR'AN, yang menurut penelitian Dr. Maurice Bucailla (1976), mengandung pernyataan ilmiah yang sangat modern.
Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa agama, sangat perlu bagi manusia terutama bagi orang yang berilmu, apapun disiplin ilmunya. Sebabnya, karena dengan agama ilmunya akan lebih bermakna. Bagi kita umat islam, agama yang dimaksud adalah agama yang kita peluk yaitu agama ISLAM.
Kenapa ISLAM?
Sebabnya, karena agama ISLAM adalah agama akhir yang tetap mutakhir, agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat kauniyah (sunatullah) yang terbentang di alam semesta dan memahami ayat-ayat Qur'aniyah yang terdapat di dalam AL-QUR'AN, yang menurut penelitian Dr. Maurice Bucailla (1976), mengandung pernyataan ilmiah yang sangat modern.